Doa Setelah Sholat Wajib Menurut Sunnah Nabi

0
Doa Setelah Sholat

Maknai.comDoa setelah sholat (wajib 5 waktu) ini masih sedikit orang yang megetahuinya. Doa setelah sholat (wajib 5 waktu) sangatlah diperlukan, terutama jika kamu sering menjadi imam sholat.

Sebelum saya membahas tentang doa setelah sholat (wajib 5 waktu), mungkin diantara kamu masih belum paham tentang tata cara sholat wajib yang benar. Maka dari itu, saya akan bahas pada kesempatan kali ini.

Doa Setelah Sholat Beserta Artinya dan Arab:

Sholat Wajib

Salah satu dari lima rukun islam adalah Sholat. Sholat ialah berhadap hati kepada Allah SWT sebagai ibadah, yang diwajibkan atas setiap orang Islam (sholat wajib) baik laki-laki maupun perempuan berupa perbuatan/perkataan dan berdasarkan atas syarat-syarat dan rukun tertentu, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

Selain itu, ada juga yang menjadi sholat wajib bagi seorang muslim adalah sholat lima waktu yang dikerjakan sebanyak lima kali sehari dalam waktu-waktu tertentu.

Kecuali, jika kamu sedang berhalangan oleh sebab-sebab tertentu yang maa dibenarkan oleh agama, untuk selebihnya, Sholat Wajib tidak boleh ditinggalkan oleh Muslim yang telah pubertas.

Sholat Wajib sendiri terdiri atas; Sholat Subuh (2 raka’at), Sholat Dzuhur (4 raka’at), Sholat Ashar (4 raka’at), Sholat Maghrib (3 raka’at) dan terakhir Sholat ‘Isya (4 raka’at).

Waktu Mengerjakan Sholat Wajib

Waktu untuk menjalankan sholat wajib sendiri berbeda-beda pada setiap tempat atau wilayah, bahkan perbedaan ni juga terasa dari waktu ke waktu.

Karena waktu sholat berkaitan dengan peredaran semu matahari terhadap bumi. Untuk menentukan waktu sholat diperlukan letak geografis, waktu (tanggal) serta ketinggian.

– Sholat Subuh, dimulai sejak munculnya fajar shaddiq, yakni cahaya putih yang melintang di ufuk timur sampai ketika matahari terbit. Di Indonesia sendiri menurut WIB kira-kira sekitar pukul 04.30 – 05.30 WIB.
– Sholat Dzuhur, dimulai ketika matahari telah condong ke arah barat sampai tiba waktu Ashar. Untuk di Indonesia menurut WIB kira-kira sekitar pukul 12.00 – 14.30 WIB.
– Sholat Ashar, diawali ketika kamu meletakkan benda dan bayangannya lebih panjang daripada benda itu sendiri (pada Mazhab Hanafi, ketika panjang bayangan dua kali panjang benda), berakhir pada saat matahari terbenam. Di Indonesia sendiri menurut WIB kira-kira sekitar pukul 13.00 – 17.30 WIB.
– Sholat Maghrib, dimulai ketika terbenamnya matahari sampai masuk waktu ‘Isya. Di Indonesia sendiri menurut WIB kira-kira sekitar pukul 18.00 – 19.00 WIB.
– Sholat ‘Isya, dimulai ketika hilangnya cahaya merah (syafaq) dari barat sampai terbit fajar shaddiq esok pagi. Di Indonesia sendiri menurut WIB kira-kira sekitar pukul 19.00 – 04.00 keesokan paginya.

Syarat-Syarat Sholat Wajib

Untuk melaksanakan sholat wajib, kamu harus memenuhi beberapa syarat yang wajib kamu miliki. Diantaranya:

– Beragama Islam.
– Sudah baligh dan berakal.
– Suci dari hadast atau najis.
– Suci seluruh anggota badan, pakaian, dan tempat.
– Menutup aurat, bagi laki-laki auratnya antara pusar sampa lutut, sedangkan wanita auratnya seluruh anggota badan kecuali muka dan kedua telapak tangan.
– Telah masuk waktu yang sudah ditentukan untuk masing-masing sholat.
– Menghadap kiblat.
– Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunnat.

Jika kamu sudah memenuhi persyaratan yang terpampang di atas tersebut. Kamu bisa melaksanakan sholat wajib 5 waktu.

Rukun Sholat

Selain dengan adanya persyaratan tertentu. Kamu juga harus tahu beberapa rukun sholat agar sholat yang kamu laksanakan diterima oleh-Nya.

– Membaca niat
– Takbiratul ihram.
-Berdiri tegak bagi yang mampu, boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit.
– Membaca surah Al-Fatihah pada tiap-tiap raka’at.
– Ruku’ dengan thuma’ninah.
– I’tidah dengan thuma’ninah.
– Sujud dengan kali dan thuma’ninah.
– Duduk antara dua sujud dengan thuma’ninah.
– Duduk tasyahud akhir dengan thuma’ninah.
– Membaca tasyahud akhir.
– Membaca shalawat Nabi pada tasyahud akhir.
– Membaca salam yang pertama.
– Tertib atau berurutan dalam mengerjakan rukun-rukun sholat.

Jika kamu sudah mengerjakan sholat. Kamu langsung membaca doa setelah sholat (wajib 5 waktu) yang nanti akan saya paparkan doanya.

Sebelum itu, kamu juga harus tahu, bahwasanya terdapat beberapa hal yang harus kamu hindari ketika hendak melaksanakan sholat, karena beberapa hal tersebut dapat membatalkan sholat kamu.

– Apabila salah satu syarat atau rukunnya tidak dikerjakan atau sengaja tidak dikerjakan.
– Terkena najis yang tidak dimaafkan.
– Terbuka auratnya.
– Berkata-kata dengan sengaja walau hanya satu huruf tapi yang memberi pengertian.
– Mengubah niat; misalnya ingin memutuskan sholat.
– Makan atau minum saat sholat walau hanya sedikit.
– Tertawa terbahak-bahak.
– Membelakangi kiblat.
– Mendahului imamnya dua rukun (apabila kamu sholat berjamah).
– Murtad (keluar dari agama Islam).
– Menambah rukun yang berupa perbuatan seperti ruku’ dan sujud.
– Bergerak berturut-turut tiga kali seperti melangkah atau berjalan dengan sengaja.

Jika kamu sudah mengetahui dan paham atas semua hal yang dibahas di atas tadi, sekarang kita mulai membahas doa setelah sholat (wajib 5 waktu).

Doa Setelah Sholat (Wajib 5 Waktu)

Berikut Ini merupakan bacaan doa setelah sholat (wajib 5 waktu) beserta latin dan juga disertai terjemahnya agar kamu tahu artinya:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

“Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Hamdayyu-waafii ni’amahuuwayukaafi’u maziidah. Yaa rabbanaa lakalhamdu wa lakasy syukruka-maa yambaghiilijalaaliwajhika wa ‘azhiimisul-thaanik”.

Artinya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ

“Allaahumma shalliwasallim ’ala sayyidinaa muhammadiw wa ‘ala aali sayyidinaa muhammad shalaatan tun jihnaa bihatsa min jamii’il ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al hajaat. Wa tuthahhirunaa bihaa min jamits sayyi’aat. Wa atarfa ‘unaabihaa ‘indaka ‘aladdarajaat. Wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati minjamii’il khairaatifil hayaati wa ba’dal mamaat. Innahu samii’un qariibum mujiibudda’awaat wayaa qaadhiyal hajaat”

Artinya:

“Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya, yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan. Wahai Dzat yang Maha Memenuhi segala kebutuhan Hamba-Nya”.

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
“Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wa aakhirah. Wa ‘aafiyatan fil jasadi wa shihhatan fil badani wa ziyaadatan fil’ilmi wa barakatan firrizqi wa taubatan qablal maut wa rahmatan ‘indalmaut wa maghfiratan ba’dal maut. Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut wan najaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab”.

Artinya:

“Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepadaMu, kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Wahai Allah! Permudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, (Berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab”.

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

“Allaahumma innaa na ‘uudzubika minal‘ajzi wal kasali wal bukhli wal harami wa ‘adzaabil qabri”.

Artinya:

“Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari sifat lemah, malas, kikir, pikun dan dari azab kubur”

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَيُسْتَجَابُ لَهَا

“Allahummaa innaa na’uudzubika min’ilmin laa yanfa’u wa min qalbii laa yakhsya’u wa min nafsin laa tasyaba’u wa min da’watin laa yustajaabu lahaa”

Artinya:

“Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak kenal puas, dan dari doa yanag tak terkabul”.

رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ

“Rabbanagh firlanaa dzunuubanaa wa liwaalidiinaa walimasyaayikhinaa wa limu’alli-miinaa wa liman lahuu haqqun ‘alainaa wa liman ahabba wa ahsana ilainaa wa likaaffatil mus limiin ajma’iin”.

Artinya:

“Wahai Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang tua kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh umat islam”

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

“Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ’aliim, wa tub’alainaa innaka antat tawwabur rahiim”.

Artinya:

“Wahai Tuhan kami, perkenankanlah (permohonan) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang”.

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Rabbanaa aatinaa fiduunnyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaa ban naar”

Artinya:

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka”

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Washallallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihiwa shahbihiiwa sallam, wal hamdu lillaahirabbil ‘aalamiin”

Artinya:

“Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam”

Itulah doa setelah sholat (wajib 5 waktu) yang harus kamu ketahui jika kamu seorang laki-laki. Bahwasanya doa setelah sholat (wajib 5 waktu) ini pasti akan kamu pakai ketika kamu menjadi imam, baik untuk warga maupun keluarga kamu.

Semoga doa setelah sholat (wajib 5 waktu) yang saya bahas tersebut dapat dengan mudah kamu cerna. Selamat menghafal.