18 Peninggalan Kerajaan Majapahit di Nusantara

0
Peninggalan Kerajaan Majapahit

Maknai.com – Peninggalan Kerajaan Majapahit, Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar yang telah berkembang di Indonesia dan sekitarnya, justru wilayah kekuasaannya dapat dibilang lebih besar daripada wilayah Indonesia sekarang ini.

Selain luas di daerah kekuasaan, Kerajaan Majapahit pun terkenal dari Gajah Mada yang memiliki sumpah Palapa. Nah, pastinya seluruh kerajaan memiliki sejumlah peninggalan, contohnya adalah candi, prasasti, arca, dll.

Dibawah ini adalah peninggalan peninggalan Kerajaan Majapahit yang sudah ditemukan dan masih ada sampai sekarang ini.

Apa Saja Peninggalan Dari Kerajaan Majapahit?

1. Peninggalan Arca Emas

arca emas majapahit

Peninggalan kerajaan Majapahit yang pertama adalah arca emas. Arca Emas merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang dicetak dari emaspara dan menggambarkan seorang bidadari dari Kerajaan Majapahit yang anggun.
Arca ini sangat terlihat gaya Majapahit dan digambarkan zaman keemasan nusantara.

2. Peninggalan Candi Wringin Lawang

candi wringin lawang
Image by: alamy.com

Candi ini berlokasi di daerah Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Candi Wringin Lawang ini ialah peninggalan Kerajaan Majapahit pada abad ke 14.

Candi ini memakai bahan bata merah yang berukuran seluas 13 x 11 meter dan tinggi 15,5 meter. Tipe candi ini tergolong dalam tipe gerbang terbelah. Gaya arsitektur candi ini juga banyak ditemukan dalam arsitektur Bali.

Banyak spekulasi tentang fungsi utama pada candi Wringin Lawang ini, ada yang sependapat bahwa hal ini merupakan pintu masuk ke kediaman mahapatih Gajah Mada, ada pula yang sependapat ini merupakan pintu masuk ke dalam kompleks sebuah bangunan ibu kota Kerajaan Majapahit.

3. Peninggalan Candi Tikus

candi tikus

Candi Tikus adalah candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang letaknya di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Jaraknya candi tikus 13 KM dari Kota Mojokerto.

Candi ini telah ditemukan pada tahun 1914an yang memang sebelumnya tertimbun di tanah. Dan candi Tikus ini pula mengalami pemugaran pada tahun 1984 – 1985.
Jaman dulu Candi Tikus ini merupakan sebuah tempat pemandian para putri-putri Kerajaan Majapahit. Candi tikus ini berbentuk kotak atau segi empat dengan luas 29,5 x 28,25 meter yang terbuat dari batu bata merah. Dan letaknya juga lebih dalam 3,5 meter dari tanah sekitarnya.

Nama tikus adalah sebutan masyarakat setempat yang dahulu ketika ditemukan candi ini telah menjadi sarang tikus dan merupakan hama oleh para petani.

4. Peninggalan Candi Brahu

candi brahu

Candi Brahu ini letaknya juga di kawasan Trowulan yang memang dulu merupakan ibu kota Kerajaan Majapahit, dan sekarang ada di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.

Sebutan Brahu berasal dari kata warahu atau wanaru, nama ini diperoleh dari bangunan suci, yaitu sebuah Prasasti Alasantan. Sama halnya candi lainnya, Candi Brahu pun dibuat dari batu bata merah yang mempunyai ukuran seluas 22,5 x 18 meter dan tinggi 20 meter.
Banyak para ilmuan yang mengatakan bahwa candi ini dibuat sekitar pada abad ke 15. Tujuaan utamanya dari Candi Brahu ialah tempat krematorium atau pembakaran mayat raja-raja. Dan Candi ini juga mengalami pembaharuan pada tahun 1990 – 1995.

5. Peninggalan Candi Pari

candi pari

Candi Pari letaknya di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Jaraknya candi pari ini hanya 2 KM dari pusat semburan lumpur lapindo.
Bangunan pada candi ini berbentuk segi empat yang berbahan dasar batu bata merah. Candi ini adalah peninggalan Hayam Wuruk pada tahun 1350 – 1389 Masehi.

Berdasarkan laporan J. Knebel, candi ini dibangun dengan tujuan untuk mengenang salah satu dari sahabat atau adik angkat pada putra Prabu Wijaya dan istrinya dlu yang menolak untuk tinggal di keraton pada masa Kerajaan Majapahit.

6. Peninggalan Gapura Bajang Ratu

gapura bajang ratu

Gapura Bajang Ratu adalah peninggalan sejak zaman Kerajaan Majapahit yang berlokasi di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.
Gapura ini dibangun sekitar pada abad ke 14. Candi ini memiliki ukuran dengan luas 11,5 x 10,5 meter dan tinggi 16,5 meter serta memiliki pintu masuk selebar 1,4 meter.

Peninggalan Gapura Bajang Ratu digunakan sebagai pintu masuk bangunan suci untuk mengenang dari wafatnya Raja Jayanegara. Candi telah dipugar dan diresmikan sekitarb pada tahun 1992 pada Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan juga Kebudayaan Republik Indonesia.

7. Peninggalan Surya Majapahit

surya majapahit
Image by: sportourism.id

Surya Majapahit adalah lambang yang banyak ditemukan pada reruntuhan bangunan masa peninggalan Majapahit. Peninggalan Surya Majapahit seperti berbentuk matahari dengan sudut dan berjumlah delapan yang di tengahnya ada beberapa dewa-dewa Hindu.

8. Peninggalan Candi Cetho

candi cetho
Image by: karanganyarkab.go.id

Candi Cetho adalah candi yang bangunannya berdiri pada masa Kerajaan Majapahit yang bercorak Hindu. Candi ini berlokasi pada ketinggian 1496 MDPL yang tepat pada lereng Gunung Lawu, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Peninggalan Candi ini juga masih digunakan sebagai tempat pemujaan oleh warga setempat dan peziarah yang beragama Hindu, juga sebagai tempat pertapaan olehi warga setempat serta peziarah yang menganut kepercayaan asli Jawa atau Kejawen.

9. Peninggalan Candi Sukuh

candi sukuh

Candi peninggalan Kerajaan Majapahit nomor ke sembilan adalah Candi Sukuh. Candi Sukuh ada di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia. Candi sukuh ialah kompleks dari candi yang bercorak agama Hindu.

Peninggalan dari Candi ini juga telah diusulkan agar menjadi Situs Warisan Dunia pada UNESCO sekitar tahun 1995. Pada situs ini penemuannya di masa Inggris di Indonesia sekitar tahun 1815 oleh Residen Surakata, Johnson.

Struktur dari peninggalan Candi Sukuh ini mirip dengan kebudayaan Meksiko, Peru, dan juga piramida Mesir.

10. Peninggalan Candi Jabung

candi jabung

Peninggalan kesepuluh dari Candi peninggalan kerajaan majapahit adalah Candi Jabung. Seperti halnya Candi Sukuh, Candi Jabung pun merupakan candi yang bercorak Hindu dan ada di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia.
Peninggalan Candi ini telah dibuat dengan menggunakan batu bata merah yang ukurannya 35 x 40 meter. Pemugaran ini pun telah dilakukan pada tahun 1983 hingga 1987. Pada Bangunan candi ini terpisah menjadi 4 bagian, yaitu batur, atap candi, tubuh, dan kaki.

11. Peninggalan Candi Surawana

candi suwarna

Candi Surawana atau sering disebut Surowono di dalam Bahasa Jawa yaitu terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Keberadaan Candi ini berjarak 25 KM yang ada di pusat Kota Kediri.

Kurang lebih Candi ini telah dibangun pada abad 14 yaitu bertujuan memuliakan seorang raja dari Kerajaan Wengker yang diberi bernama Bhre Wengker. Kerajaan ini di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Peninggalan yang dimiliki candi Surawana ini hanya berukuran 8 x 8 meter. Dan candi ini dibangun dengan menggunakan sebuah batu andesit.

12. Peninggalan Candi Wringin Branjang

candi wringin branjang
Image by: situsbudaya.id

Candi Wringin Branjang adalah candi yang telah dibangun dengan menggunakan batu andesit juga. Struktur dari candi Wringin Branjang ini hanya tubuh dan atap saja dengan berukuran 400 x 300 cm dan tinggi kurang lebih 500 cm.

Berdirinya Candi Wringin Branjang ini di kawasan situs Gadungan di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia.

13. Peninggalan Candi Kedaton

candi kedaton
Image by: wikimedia.org

Peninggalan candi kedaton merupakan peninggalan kerajaan majapahit yang terakhir. Candi Kedaton mempunyai sebuah arti yaitu candi kedatuan. Di Indonesia ini telah ada 3 buah candi yang bernamakan Candi Kedaton, yaitu Candi Kedaton Probolinggo, Candi Kedaton Trowulan, dan terakhir Candi Kedaton Muaro Jambi.

Sesuai dari namanya, Candi Kedaton Probolinggo berlokasi di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. Candi Kedaton Trowulan berlokasi di Desa Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Dan terakhir Candi Kedaton Muaro Jambi berlokasi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia.

14. Peninggalan Alun-Alun Watu Umpak

alun alun watu umpak

Situs ini letaknya hanya sekitar 100 meter dari peninggalan situs candi Kedaton, yaitu berupa kumpulan batu-batu umpak besar dan tersusun sangat rapi. Situs ini telah diduga adalah bekas bangunan kerajaan Majapahit yang ada kaitannya pula dengan situs candi Kedaton.

15. Peninggalan Celengan Majapahit

celengan majapahit

Ada sebentuk benda yang lumayan unik dari beberapa peninggalan Kerajaan Majapahit, yaitu adalah sebuah celengan. Mula-mulanya celengan ini telah ditemukan dalam bentuk beberapa pecahan. Dan Celengan ini kurang lebih sudah ada pada abad 14 sampai 15 yang digunakan untuk penyimpanan uang.

Sebagian pecahan celengan ini telah disatukan dan syukur berhasil dibentuk seperti babi, dan sekarang ini di tempatkan pada Museum Gajah, Jakarta. Penemuan Celengan ini di situs Trowulan, Jawa Timur, Indonesia.

16. Peninggalan Uang Gobog Majapahit

uang gobog majapahit

Peninggalan dari kerajaan Majapahit yang terakhir ialah uang gobog. Uang gobog adalah salah satu mata uang yang ada di Kerajaan Majapahit sejak zaman dahulu kala. Uang gobog terbuat dari sebuah tembaga.

Disisi depannya ada relief wayang serta senjata-senjata yang berbentuk cakra, dan pohon beringin. Dan pada sisi belakangnya ada relief senjata, sesaji, dan pohon.

17. Peninggalan Makam Putri Campa

makam putri campa

Ini adalah pemakaman Islam kuno yang dekat dengan Candi Menak Jinggo serta fokus berupa makam putri Campa, konon ialah selir atau istri raja Majapahit dalam periode akhir. Dari bentuknya makam kemungkinan Putri Campa telah wafat tahun 1448 M sudah menganut agama Islam, dan konon telah berhasil mengajak raja Majapahit terakhir agar memeluk agama Islam. Seperti yang kita ketahui bahwa Raden Patah, pendiri kerajaan Demak yang notabene kerajaan Islam pertama di Jawa, ialah termasuk putra dari raja Brawijaya, raja Majapahit pada periode akhir.

18. Peninggalan Candi Grinting

candi grinting

Candi ini berlokasi di dusun Grinting, desa karang jeruk kecamatan Jatirejo dan belum banyak diketahui masyarakat umum. Dari sumber informasi yang diperoleh tentang wujud dari bangunan candi juga belum banyak, selain dari sisa pondasi bangunan telah ditemukan oleh pembuat batu bata.

Dan masih banyak peninggalan kerajaan majapahit yang dari waktu ke waktu telah di temukan. Beberapa peninggalannya lagi ialah: candi gentong, candi minak jingo, pendopo agung, kolam segaran, situs lantai segi enam, makam troloyo, siti inggil, candi jotolundo, reco lanang, api abadi berkucuk, museum purbakala trowulan, prasasti majapahit, prasasti gunung buthak, dan prasasti gajah mada. Itulah peninggalan peninggalan Kerajaan Majapahit, Terima kasih dan semoga menambah pengetahuan kita.